Kurang lebih 3 bulan yang lalu,
gue genap berusia 29 tahun. Usia
yang pastinya tidak muda lagi, walau gue menolak dibilang tua. Yaiyalah ...
masih 29 gitu loh hehehe.
Gue sekarang adalah wanita dewasa. Itu yang pasti!!!
Ada hal-hal yang berubah yang bisa gue notice di usia gue yang sudah dewasa
ini, di antaranya:
- Cara
Berpakaian
Gue merasa kesukaan gue terhadap gaya berbusana
agak sedikit berubah sekarang, gue lebih suka gaun panjang yang simpel, dengan
bahan yang ringan dan warna netral atau warna alam.
- Cara
Bergaul.
Suatu hari di tahun 2009, saat angkatan kami
mengadakan darmawisata ke Kebun Raya Bogor, salah satu teman dekat gue yang
berusia 3 tahun lebih tua dari gue, cenderung menghindari ”keramaian”,sorak
sorai, tawa dan canda yang ga jelas di antara teman2. Waktu gue tanya kenapa,
dia cuman senyum dan bilang bahwa dia merasa itu sudah bukan masanya lagi. Bagi
dia masa ”bernorak ria” sudah lewat beberapa tahun yang lalu. Saat itu gue ga
begitu ngerti apa yang dia rasa, ya sudahlah...
Tapi sekarang, 3 tahun kemudian, gue bisa
merasakan apa yang dia rasa. Saat teman2 yang lebih muda masih ceng-cengan
dengan tertawa lepas dan bersahut2an dengan bebas, gue merasa ga pantes lagi
begitu. Sepertinya masa gue seperti itu sudah lewat. Sekarang gue merasa sudah
dewasa hohoho.
- Cara
Berpikir
Satu hal ini juga berubah, gue merasa semakin
dewasa untuk yang ini. Mungkin juga karena 4 tahun terakhir ini gue sudah
tinggal misah dari orang tua. Saat gue pulkam, gue merasa sudah berbeda. Gue
bukan lagi gadis muda yang egois dan keras kepala . Dulu gue tidak kenal kata
tidak, gue pasti merajuk, memboikot, marah, nangis. Tapi Semarang, saat gue
pulang, gue adalah orang yang tenang, mampu menjadi tempat curhat buat adek
gue, mampu memberi solusi.
- Aura
Wajah
Ini yang kurang enak ngomongnya hahaha …. Yang
pasti wajah gue agak berubah. Dulu masih imut, sekarang udah mulai dewasa.
Buktinya, makin sering denger orang bilang “Ibu” gubrakkk.
Khusus buat
panggilan ibu ini gue punya pengalaman sendiri. Seingat gue panggilan ini
pertama kali terdengar tiap hari pada tahun 2011, di kantor tempat gue kerja. Saat pertama kali denger, kuping gue
rasanya gatelll banget. Apa-apan ini manggil gue ibu, hahaha. Tapi seiring
waktu, jadi makin terbiasa. Bener juga kata orang,walo gimanapun tidak nyaman
atau tidak menyenangkannya sesuatu, pada saat dia dilazimkan, maka kita akan
terbiasa.
Selain perubahan di atas, ada lagi perubahan lain yang terjadi pada diri
gue, yaitu perubahan psikis. Memasuki usia gue yang pada akhir tahun depan
mengunjak usia ketiga puluh, entah kenapa tiba-tiba perasaan gue jadi galau,
gue jadi cemas, gue nervous.
Banyak hal yang terlintas di benak gue, mulai dari sebut aja: