Minggu, 11 April 2010

Pengungsi Oh Pengungsi

Kering kerongkongan kalo debat kusir kayak gini. Semua jurus udah dikeluarin, hasilnya dead lock uy!

G jelas juga juntrungannya dr mana, bermula dari bantuin temen pindahan... dilanjutin ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya mentok di masalah pengungsi. Bareng 2 sohib, abis deh seribu kata2 dikeluarin ampe ileran ck...ck...ck

Pokok perdebatan malam ini adalah anggapan temen kalol Indonesia harus bersikap tegas menolak setiap pengungsi yang datang dari negara lain, g peduli apapun pokoknya harus ditolak karena akan membebani negara selain akan munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat asli Indonesia kelak terhadap para pengungsi jika mereka ditampung. Selain itu, menurut kedua temen ... kehadiran para pengungsi juga merupakan upaya dari Australia untuk lepas tangan atas tanggung jawab mereka.
Pasti bingung buat yang bingung, hehe





Kenapa Aussie bertanggung jawab terhadap para pengungsi? tidak lain dan tidak bukan ya karena Aussie telah meratifikasi konvensi tentang pengungsi yang isinya kurang lebih mereka bersedia menerima para pengungsi yang ingin tinggal di sana. Tapi sekarang kenyataannya, Australia menolak para pengungsi yang pengen menetap disitu dengan alasan udah kebanyakan imigran. Sebagai gantinya mereka bersedia memberi dana bagi Indonesia untuk membangun tempat pengungsian, asalkan Indonesia mau menampung para pengungsi tersebut.

Kemudian Soal beban negara, ya jelas karena mereka kan perlu dikasih makan, tempat tinggal .... intinya kan perlu duit tuh.
Nah kalo masalah cemburu-cemburuan ini asalnya dari pembicaraan bahwa para pengungsi akan mendapatkan bantuan dari lembaga-lembaga donor, semisal UNHCR atau yang lainnya yang memungkinkan mereka hidup lebih nyaman kelak dibandingkan penduduk Indonesia yang sebagian masih miskin.
Waktu q tanya gimana solusi yang bisa mereka tawarkan terhadap para pengungsi dari negara lain yang telah datang atau nanti suatu saat akan datang, mereka pun bingung dengan jawabannya, tp intinya tetap Indonesia g boleh terima pengungsian.
teteup keukeuh ...

Nah sekarang bagianku ^_^

Menurutku, sebagai bangsa yang bermartabat ... kita g bisa ngebiarin para pengungsi yang datang begitu az. Atau malah berbuat sekeji pemerintah Thailand yang menarik mereka kembali ke laut lepas tanpa perbekalan. Atau pun menembak mati mereka di pantai.
Di satu sisi, temen2 bener bahwa mereka akan menambah beban negara atau berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial kelak.

Tapi kalo untuk sekarang, q yakin banyak penduduk yang bersimpati. Membayangkan itu adalah diri kita sendiri. Harus lari dari negeri sendiri dimana kita lahir dan memiliki keluarga yang kita cintai karena intimidasi/kekerasan pemerintah setempat atau karena perang (dalam beberapa kasus). Berlayar seadanya mengikuti arah arus tanpa perbekalan yang cukup dan kapal yang tidak layak. Jika itu aku, apa yang aku harapkan selain belas kasihan dan pertolongan. Aku berpendapat, merupakan kewajiban bagi negara tempat mereka terdampar atau mendamparkan diri-walaupun mereka bukan penduduk neg
eri tersebut, untuk membantu mereka semampunya dengan tetap berusaha berperan mengembalikan mereka ke negara asalnya dengan jaminan keamanan, keselamatan diri, harta dan keluarga mereka.

Ini tentang nyawa manusia coy!!! gemes gue, hahahaha

Memang akan memerlukan proses dan waktu, tapi itulah bagian dari peran yang pernah dimainkan Indonesia dalam hubungan antar bangsa dan kembali ingin dimainkan dengan terlibat aktif menjadi pemain bukan menjadi penonton.

2 hal lain yang muncul menggelitik adalah ... 1. pengungsi perang; negara mana yang sedang dilanda perang? Siapa yang meng-invansi siapa? Apa latar belakangnya? siapa tokoh2 dan negara2 yang terlibat? Bukankah mereka juga harus bertanggung jawab atas apa yang mereka sebabkan? Ratusan bahkan jutaan orang kehilangan rumah, keluarga, harta, dan pekerjaan. Tidak ada keamanan dan itu menjadi salah satu pemicu pengungsian.

2. Beberapa negara asal pengungsi adalah negara berpenduduk muslim. Di salah satu blog q pernah membaca :
Separated by borders, united by faith. Atau salah satu hadits Rasul SAW bahwa muslim itu bersaudara atau hadits lain yang menyampaikan bahwa Muslim itu bagaikan sebatang tubuh, jika satu bagian terluka maka bagian yang lain pun akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan merasa sakit.

So ... any opinions?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar